Pada saat ini, Handphone sudah menjadi gaya hidup masyarakat dunia, termasuk indonesia. Mulai dari kalangan orang tua sampai kalangan anak-anak. Hadphone sudah menjadi barang yang
dibutuhkan setiap saat. (Cordobo,2009) Tidak hanya digunakan sebagai alat komunkasi saja, namun
handhpone telah merubah wujudnya menjadi peralatan yang serbaguna,mulai dari melakukan kamera,
video, mengakses games, bahkan untuk bermain internet.
Sebenarnya ada kelebihan-kelebihan dari handhpone tersebut, dengan adanya handphone
maka semakin mudah orang lain untuk mengakses berbagai informasi dan berita yang terjadi di seluruh
dunia. Selain itu, bagi anak remaja yang duduk di bangku sekolah, handphone sudah dijadikan sebagai
media untuk belajar baik secara formal ataupun non formal.
Dengan kemajauan teknologi inilah yang menyebabkan handphone sagat diminati dan
dibutuhkan bagi orang banyak.
Namun, dibalik manfaat handphone yang digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat,
berdasarka hasil penelitian, hanya 20 dari 100% orang yang menggunakan handphone ini dengan bijak,
dan hanya 1 dari total 24 jam orang menggunakan handphone untuk kebutuhan pribadi, selebihnya
handphone digunakan kepada hal-hal yang tidak perlu. Seperti main game, chattingan tidak jelas,
bermain sosial media, dan lain sebagainya. Sehingga disinilah dampak negatif dari handphone yang
bukannya mencerdaskan anak bangsa, malah membuat anak bangsa semakin terpuruk dengan
kecanggihan dan kemajuan handphone sehingga membuat anak kecandauan menggunakan handphone
hanya untuk kegiatan yang tidak perlu.
Di indonesia sendiri, berdasarkan presentase dari data pyramid reseacrh pada tahun 2011 dan
accenture 2014, penggunaan handphone sudah mencapai sekitar 266 juta jiwa. Hal ini disebabkan
karena beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Harga handphone yang semakin murah
2. Semakin beragamnya handphone yang disediakan serta semakin luas fasilitas yang ditawarkan
oleh handphone
3. Kepraktisan handphone yang mudah dibawa kemana-mana
“Penggunaan teknologi pada anak usia dibawah 12 tahun dapat merugikan perkembangn anak”.
(Rowan, 2010). Membiarkan anak menggunakan handphone dalam jangka waktu yang lama menjadi
salah satu faktor penyebab defresi pada anak, kecemasan, gangguan jiwa, autism, dan perilaku yang
menyimpang dari norma sosial. Anak lebih tertarik untuk duduk didepan handphonedaripada harus
bermain dengan teman-temannya. Sejak menggunakan handphone, anak-anak susah untuk diajak
komunikasi dan menyebabkan anak malas untuk beraktivitas.
Namun dibalik kerugian yang disebabkan dari handphone itu sendiri, ternyata ada juga kelebihan
apabila anak-anak sudah dikenalkan dengan handphone. Dikenalkannya anak-anak dengan handphone
sejak usia dini bermanfaat bagi pengetahuannya di bidang teknologi, disamping karena kemajuan
teknologi yang semakin hari semakin maju, maka semua orang termasuk anak-anak dituntut untuk
mengikuti perkembangan zaman tersebut, anak yang sudah dari awal dikenalkan dengan handphone
maka ia akan jauh lebih menguasai pengetahuannya dibanding anak yang kurang bisa memanfaatkan
handphone.
Oleh karena itu kemuncuan handphone dikalagan anak-anak ini dapat berpengaruh baik dan
bisa juga berpengaruh buruk terhadap pola perkembangan anak. Semua ini tergantung kepada
bagaimana anak menggunakan handphone tersebut dan peranan orang tua yang harus lebih ketat dalam
meningkatkan penjagaan ketika anak menggunakan handphone. Handphone digunakan untuk
mempermudah orang dalam melakukan setiap aktivitasnya namun hal yang terjadi sekarang berbalik
hingga handphone sudah dijadikan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditingalkan.
Maka melihat hal tersebut apakah masih perlu handphone dikalangan anak-anak?
adapun dampak dari teknologi adalah sebagai berikut:
Dampak Positif Teknologi:
- Dampak positif teknologi yang pertama dan utama adalah mempercepat arus informasi
- Adanya Media Sosial/Mempermudah Komunikasi
- Sebagai Media Hiburan
- Sharing dan Berbagi File
- Mempunyai Banyak Dampak Positif untuk Penddikan
- Sebagai Tempat Jual Beli Online.
Dampak Negatif Teknologi:
- Penyalahgunaan terhadap fungsinya, terutama di bidang Komunikasi (Sos-Med)
- Banyak beredar informasi hoax
- Ada juga informasi yang kurang mendidik
